
Ringkasan Novel: Langit Senja Kota Medan.
Pagi itu adalah pagi yang menyenangkan bagiku. Pagi yang
berbeda. Pagi yang menyisakan harapan
tentang rasa yang belum bisa aku mengerti. Ini tentang dia,
murid baru pindahan di sekolahku. Dia
yang saat memperkenalkan namanya sebagai
Ayunda. Ya, namanya seindah
rupanya. Gadis kecil dengan rambut
dikucir dua. Berkulit kuning langsat. Tanpa lesung pipi. Berpakaian putih dan rok biru tua bersih dan
rapi. Berbeda dengan baju putihku yang kusam, celana biruku yang pudar. Amat menyenangkan
melihat wajahnya. Ramah dengan senyum
sumringah.
Jadilah...