Life is Great!
Ketika kecil dulu aku sering bertanya-tanya dalam hatiku, jika Tuhan maha adil, mengapa ada kaya dan miskin? Mengapa ada orang yang bekerja membanting tulang tapi tetap miskin? Mengapa ada orang kaya yang hidupnya berantakan? Mengapa demi mengapa lainnya berkejaran di pikiranku. Aku mencari-cari letak keadilan Tuhan itu. Namun, saat itu aku tak menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku itu.
Beruntunglah, aku dibesarkan dengan kedua orangtua, yang meskipun mereka tak lulusan sekolah tinggi. Tapi mamak mendidikku dengan cara yang elegan, meski ia tak pernah memaksaku membaca buku, meski di rumah kami juga tak ada banyak buku. Tapi, mamak selalu meluangkan waktunya untuk bercerita kepadaku. Aku paling suka mendengar cerita-cerita mamak. Bagiku cerita-cerita itu lebih indah dari cerita dongeng manapun. Mamak memang tidak pernah menceritakan dongeng-dongeng, beliau hanya menceritakan kenangan-kenangan masa kecil, remaja, bahkan cerita ketika bertemu dengan ayahku pertama kali. :D
Ayah, lelaki dengan wajah kukuh ini selalu membawa buku-buku tebal yang entah ia dapat darimana. Buku-buku itu sengaja digeletak di sembarang tempat (meja makan rumah kami), belakangan aku baru mengerti mengapa ayah selalu menaruh buku di meja makan. Ternyata ia ingin aku meliat buku seperti melihat makanan. Ada-ada saja ayahku itu.
Dan, beruntung memang, meski belum bisa dikatakan sebagai penggila buku, tapi aku terus memaksa diriku untuk membaca setiap hari. Sampai akhirnya aku menemukan sebuah buku, MANAGE YOUR MIND FOR SUCCESS, dari buku ini aku menemukan jawaban dari pertanyaan masa kecilku itu. Ternyata bukan Tuhan yang tidak adil, tetapi dalam diri manusia itulah telah tertimbun sebuah mindset yang salah, mitos-mitos yang menjadi rujukan hidup.
Terbukti, aku sering mendengar melalui peuturan kawan-kawanku sendiri, bahwa kesuksesan dan kemiskianan disebabkan oleh mitos-mitos yang mereka yakini sendiri. Bahkan sebelum membaca buku itu, baru aku menyadari ternyata mindsetku juga tak begitu jauh dari pola pikir yang menyesatkan dan memenjarakan mental itu.
Ungkapan seperti,saya ingin sukses, tapi... Nah, setiap orang ingin sukses, hanya saja kata "TAPI" itulah yang mengukung keberhasilan kita.
Mitos-mitos "tapi" itu adalah:
1. Keturunan
2. Pendidikan
3. Hoki
4. Nasib
5. Zodiak
6. Jenis Kelamin
7. Sukses hanya untuk orang tertentu
8. Hari lahir
9. Usia
10. Tidak punya modal
11. Kesehatan.
Mitos-mitos inilah yang mengukung keberhasilan kita. Maka, mengambil istilah suami Asma Nadia, NO EXCUSE.
Pages
NO EXCUSE
Sang Penandai
Senin, 26 Desember 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Facebook Badge
Facebook Badge
Pengikut
Entri Populer
-
Tsunami Aceh tahun 2004 lalu masih menyisakan luka yang mendalam. Tidak hanya bagi korban bencana, namun siapapun yang melihat dan menden...
-
Ringkasan Novel: Langit Senja Kota Medan. Pagi itu adalah pagi yang menyenangkan bagiku. Pagi yang berbeda. Pagi yang menyisakan ha...
-
Oleh : Sang Penandai Sebenarnya saya bukanlah seorang maniak film. Apalagi film-film import, toh film-film dalam negeri saja saya banya...
-
Kau Sahabat Kau Teman Telah tiba saat waktu kau tinggalkan kami Kerana takdir yang Maha Esa telah menetapkan Sedih rasanya hati ini bil...
-
Sebenarnya aku sendiri tidak tahu pasti muasal kata lebay ini. Kata ini begitu populer di awal tahun 2008, saat itu salah seorang teman k...
Labels
- Non Fiksi (1)
Blog Archive
-
▼
2011
(12)
-
▼
Desember
(12)
- Hello Stranger (Thailand 2010)
- Review Novel: Rembulan Tenggelam Di wajah-Mu
- Segera : Ketika Mas Gagah Pergi Dan Kembali
- Review Film : Hafalan Shalat Delisa
- Madre di Tangan Dee.
- Menanti Kejutan Film Negeri 5 Menara
- Pahlawan Itu Bernama Ibu
- Hantu Perempuan Di Kamar Itu
- Forum Lingkar Pena Sumut
- NO EXCUSE
- Pada Angin Aku Meluruhkan Rasa
- Histeria Hafalan Sholat Delisa
-
▼
Desember
(12)
Saya juga pernah baca buku itu.